Sep
06
[Ata Hari Ini] Kali Ini Urusan Makan

Buat urusan makan, mulai dari awal MPASI, anak lucu ini juara! Lebih sering lahapnya daripada enggaknya. Segala dia suka, mulai dari buah-buahan yang rasanya agak asam sampai ke yang manis pastinya sampai ke sayur-sayuran yang mamanya aja suka ogah nyentuhnya. Entah meniru siapa. 

Preferensi makan anak, pasti niru orang tua. Kalau orang tuanya nggak doyan, anaknya pasti juga nggak doyan

Kata seorang teman

Nah, apa yang dikatakan teman saya itu, nggak berlaku di anak lucu. Dia mah santai aja makan brokoli rebus, wortel kukus, tumis buncis, keripik kale, abon sayur dan semacamnya. Makanan yang kalau tidak terpaksa, jaman dulu masih single, nggak mungkin ada di menu makanan saya. Keren juga ni anak, saya cinta!

Bicara soal GTM, sampai hari ini alhamdulillah belum mengalami yang gimana gimana. Rewel atau milih makanan sih ada pastinya, beberapa kali. Tapi nggak yang tidak mau makan sama sekali. Anaknya tetap mau ngunyah cuma bentuknya bukan yang biasa. Nggak mau nasi, tapi masih mau kentang goreng. Nggak mau sayur, tapi masih mau gadoin ayam pop. Gitu gitu lah. Pusing di milih menu yang mana yang dia suka, sih. Tapi ya sudahlah, daripada nggak mau makan sama sekali, situasi dan kondisi ini jauh lebih baik.

GTM itu kalau nggak mau makan sama sekali. Kalau masih mau makan atau ngemil sesuatu sih, namanya bukan GTM. 

l

Di umurnya yang hampir 2 tahun ini, anak lucu semakin bisa milih makanan yang dia mau sentuh dan yang tidak. Lucunya, dia suka makanan spicy. Tahan aja gitu loh dia makannya. Walaupun mamanya ketar ketir ketahanan perutnya aja, sih. Tapi, makan yang agak spicy itu bikin dia makin lahap. Kalau kata dokter Waldi sih, sama aja kayak orang gede lah, kalau makan yang ada pedesnya dikit, bikin nafsu makan meningkat. Maka, di awal awal setelah fasih MPASI sebenarnya sudah boleh dikenalkan dengan paprika kalau menurut beliau. Nah, kalau anak lucu, kenalannya malah sama sambel, paprika dalam bentuk yang dia ketahui itu paprika, belum pernah sih. Kecuali bentuknya dalam topping pizza yang disisihkan mamanya di piring untuk dibuang. 

Makan baik-baik saja. Kemauannya mencoba beberapa makanan baru, bikin mamanya tertantang masak ini dan itu. Kadang berhasil, kadang zonk. Tapiii, yang bikin khawatir adalah, itu makanan kan masuknya cukup banyak yah, tapi larinya pada ke manaaa? Ukuran badannya segitu gitu bae. Nggak kayak mama bapaknya yang cuma mikirin makanan aja bisa nambah berat badan. Hhhh…

Kalau sama dokter Wati sih, udah dimaki-maki dianggap kurang gizi. Tapi, kalau sama dokter Apin, selalu ditenangkan. Beliau bilang, yah kalau asupan gizinya sudah sesuai, mungkin memang tipe anaknya yang begitu, bukan yang dikit dikit jadi gendut. Kita lihat saja perkembangannya setelah dua tahun. So far sih, walaupun nggak di urutan kurva yang utama, tetap masih terjaga kenormalannya. Semoga memang seperti yang dokter Apin bilang ya dek, jadi mama ga usah pakai khawatir berlebihan. Tentu saja, mama yang ini akan terus berusaha sampai titik darah penghabisan!

Hari ini dan semoga selamanya, dia sehat-sehat saja. Aktif banget manjat ini itu, loncat sana sini, main lempar tangkap bola sampai bikin mamanya kewalahan. Pintar juga menangkap berbagai stimulasi yang diberikan. Dia benar-benar membuat mamanya senang dan dimudahkan. Terima kasih ya, anak baik. Mama cinta kamu sangat dan selalu! Walaupun urusan BB dan TB masih menjadi PR, tapi melihat bagaimana dia berkembang, sungguh menjadi salah satu bagian yang sangat menyenangkan di antara segala kepenatan. 

Anak lucu yang selalu ngotot makan sendiri. Kali ini dengan tumis buncisnya 😀
Related Posts with Thumbnails
Be Sociable, Share!