Dec
17
Ingat-Ingat Pesan Mama :)

Iya, jadi… udah lama, pengen banget menuliskan pesan-pesan yang pernah mama kasih. Tapi namanya kan saya pemalas kelas berat, ya… Jadi, menulis ulang saja malas. Hari ini akhirnya menulis juga, karena kangen mama sangat, hehehe…. Semoga mama bersenang-senang di sana ya…

Sejujurnya, jaman mama memberikan pesan-pesan ini, tidak semuanya kusetujui dan kukerjakan, sih. Beberapa diantaranya berbuah ngambek dan masuk kamar, atau berbuah kesel. Yah, kalau ingat itu sekarang sih agak nyesel juga, tapi mau gimana, jaman ini masih anak kecil (*jurus ngeles :P). Ya, udahlah ya… Udah lewat juga. Kayaknya melihat aku sekarang ini, mama pasti tertawa… Atau mungkin malah bilang, “Mama bilang juga apa…” 😀

Ini dia beberapa pesan yang saya ingat:

(btw, mungkin postingan ini akan beberapa kali di-edit atau ditambahkan, sih, sesuai dengan kadar ketidakmalasan dan kemampuan saya mengingat pesan mama, hehe).

“Kalau berbuat baik sama orang lain, jangan berhitung dan berharap dapat perlakuan baik juga. Berbuat baik mah berbuat baik aja. Urusan kita mendapatkan balasan balik yang baik, bukan urusan kita. Yang penting hidup jangan menyakiti dan menyusahkan orang.”

Obrolan semacam ini sebenarnya muncul beberapa kali dalam berbagai versi. Hanya saja ada satu versi yang saya ingat sekali. Ini versi yang bikin saya cemberut dan judes sama orang yang mendapat perlakuan baik mama itu. Kenapa begitu? Begini ceritanya.

Jadi, ada seseorang kerabat jauh yang tertimpa musibah yang dibuatnya sendiri (oke, sulit membayangkannya ya? Intinya gini deh, dia berbuat jahat, lalu mendapat hasil buruk dari perbuatan jahatnya itu). Lalu di suatu masa, dia yang merasa tertimpa musibah (padahal karena perbuatannya sendiri, cih! — *bahkan sampai hari ini saya masih kesel juga ya hehehe…, menghubungi mama untuk minta tolong. Minta tolong dikunjungi, dibawakan baju baru, dibawakan makanan, dan semacamnya. Bukan bantuan yang butuh materi banyak, sih, tapi ngerepotin banget! Gara-gara orang itu, di masa itu, mama harus bolak-balik ke suatu tempat yang menyebalkan hanya untuk memberi bantuan pada orang tersebut. Udah gitu, bantuannya nggak cuma sekali dua kali, tetapi berulang kali.

Saya kesal. Saya protes pada mama. Mengapa mama baik sekali sama orang itu, padahal kalau orang itu sedang sukses, boro-boro dia ingat mama. Lalu, sebagai jawaban untuk saya, kalimat di ataslah yang diberikan mama. Jaman itu kesel banget mendapat jawaban itu. Sebagai anak kecil, saya mikirnya, enak banget ni orang, giliran susah minta tolongnya ke mama, giliran lagi seneng dan sukses dia ke mana?

Tapi, sekarang setelah besar, saya jadi merasa, sepertinya banyak banget orang dari antah berantah baik yang kenal dekat atau baru kenal, berbuat baik kepada saya padahal rasanya saya nggak pernah berbuat baik apapun pada orang itu. Mungkin itu akibat positif dari perbuatan mama ya di masa lalu, ya, bukan perbuatan saya.

Nah, itu baru satu pesan yang saya ingat. Sebentar. Panggilan kerja membuat saya harus menutup tulisan ini dulu. Lanjut lagi nanti. Daaahhh…

*Lanjutannya di sini ya… (setelah dipikir-pikir, lebih baik bikin postingan baru aja daripada harus ngedit bolak balik… haha, iya saya labil dan pemalas :P)

Related Posts with Thumbnails
Be Sociable, Share!