Oct
30
Mau Cerita Aja

Tapi bingung mulainya dari mana. Banyak sekali yang ingin dibagi ceritanya. Intinya dulu kali ya. Sebagai orang tua yang clueless, belakangan ini saya sedang menekuni berbagai hal terkait topik bagaimana caranya ngurusin anak dengan cara yang simpel dan menyenangkan, jauh dari emosi negatif. 

I know, kalau saya masih punya peer beresin inner child supaya beneran bisa jadi orangtua yang dewasa. Panjang ni peernya untuk beresin ini.

Tapi, sementara saya berjibaku beresin inner child ini, saya juga lagi banyak cari tahu dan banyak belajar soal belajar di rumah bersama anak dan berkonsultasi banyak dengan ahli psikologi (terutama perilaku dan perkembangan).

Hasilnya? menurut saya menyenangkan dan meringankan hari-hari saya , sih. Saya jadi banyak tahu jawaban atas hal-hal yang selama ini saya pertanyakan. Saya juga jadi lebih nggak emosian dalam menghadapi Dek Ata. (Kalau menghadapi suam, lain cerita ya hahahhaha… belum beres bebenah dirinya kalau untuk urusan ini). 

Dari sekian banyak manfaat hasil belajar yang saya dapatkan misalnya:

  • Dulu, saya pikir yang namanya berkegiatan bareng sama anak itu harus selama anak bangun saya harus punya aktivitas yang “dibuat”. Dibuat ini maksud saya misalnya lembar kerja, kegiatan stimulasi motorik, dll. Nah, sekarang… setelah tahu lebih banyak tentang belajar di rumah bersama anak, saya jadi paham kalau sebenarnya tanpa create sesuatu yang ribet, hanya dengan melakukan hal sehari-hari di rumah dan meminta anak ikut melakukannya, juga sudah jadi satu kegiatan belajar. Lega. Ga usah mimpi buruk di malam hari gara-gara belum nemu besok mau bikin kegiatan apa
  • Dulu, saya pikir anak harus diajari disiplin dengan cara pembiasaan dengan paksaan. Sekarang, setelah sedikit lebih banyak tahu tentang ruas dito dari om Toge, tahu tentang bagaimana membuat orang lain setuju, bagaimana ternyata anak ada templatenya dan rute belajarnya sendiri-sendiri, saya jadi lebih paham bagaimana berkomunikasi dan belajar bersama Ata. Kami jadi lebih akur, hidup lebih damai, gesekan lebih jarang terjadi. 

Hal ini belum sepenuhnya lancar, sih. Bukan di situasinya sebenarnya, tapi lebih ke sayanya yang terkadang belum bisa santai, masih over ekspektasi, terlalu banyak mikir. Tapi, jauuuuh lebih menyenangkan daripada yang sebelumnya. Sebelum saya belajar ini dan itu. 

Yah, memang ternyata ya… Jadi orang tua yang nggak ketinggalan zaman itu nggak gampang. Harus terus belajar biar nggak kelibas perkembangan sekitar. Pfiuhhh…

Segitu dulu ya cerita awalnya, haha… Pengennya sih ngejembrengin hasil belajar di sini, cuma nunggu niat sama ngada-ngadain waktu dulu 😀

Related Posts with Thumbnails
Be Sociable, Share!