[Menuju Bertemu Si Dedek 2016] Minggu-Minggu yang Penuh Tantangan

Waktu itu sempat cerita di sini, kalau gatal-gatal mulai bermunculan dan cukup ganggu. Awalnya dikira gatal biasa seperti para ibu hamil lainnya. Tapi semakin ke sini, si gatal itu semakin banyak aja. Nggak digaruk gatalnya setengah mati, digaruk trus jadi perih. Huhuhu… Luasan gatalnya juga nambah terus. Ke seluruh perut, ke dada, tangan, paha, kaki, punggung. Doooh, akhirnya seluruh badan. Oil yang dibeli kemarin, yang tadinya kayaknya ampuh, udah nggak bisa mengatasi lagi. Segala cara lain dilakukan buat menghilangkan gatalnya tapi nggak mempan juga. Mulai dari bedak dingin, minyak kayu putih, Caladine, Fresh Care. Astaga deh, pokoknya.

Karena udah nggak tahan, akhirnya whatsapp ke dokter tersayang. Cerita kondisinya. Trus jawabannya dokter, kemungkinan kena PUPP. Akkkkkk…. Sedih dan pasrah dengernya. Sebelum wa ke dokter, sebenarnya udah sempat browsing dan cari-cari cerita ibu-ibu hamil dengan keluhan yang sama. Sempat baca juga tentang PUPP ini, tapi masih berusaha buat denial kalau kena PUPP juga. Begitu dokter yang bilang, jadi yakin dan jadi kesel. IH!

Kenapa kesel? Karena… Baca deh, ini… Saya ambil dari artikel paling atas kalau saya search PUPP di Google…

KELAINAN PUPPP PADA KEHAMILAN

Tanya: Di sekitar perut saya (hamil 8 bulan) ada banyak bintik merah yang terasa panas dan gatal, semakin membesar seperti cacar air dan menyebar ke punggung, tangan, kaki, bahkan leher. Apakah saya menderita PUPPP? Berbahayakah bagi janin?

Jawab: Pruritic Urticarial Papules and Plaque of Peganancy (PUPPP) adalah kelainan yang ditemukan pada 1 dari 180-300 wanita hamil, terjadi akibat pengaruh hormon kehamilan. Umumnya terjadi pada wanita yang hamil pertama kali, muncul pada usia kehamilan 34-35 minggu, mencapai puncaknya pada minggu ke-38 hingga saat bersalin.

PUPPP akan hilang sendiri 2-3 minggu setelah melahirkan, seiring hilangnya hormon kehamilan. Keluhan umum berupa bintil melenting atau bercak merah yang sangat gatal, yang dimulai dari stretch mark di perut, meluas ke perut, tangan, kaki, dada, dan leher, namun umumnya tidak di muka. Karena ibu hamil tampak seperti sakit campak atau alergi, banyak dokter menduga penyebabnya adalah alergi.

Saran saya, periksa ke dokter kulit untuk memastikannya. Biasanya pengobatan yang diberikan berupa losion atau bedak gatal. Namun bila gatal sangat hebat dan mengganggu, dokter akan memberi obat oral tambahan. PUPPP tidak menular ke janin.

dr. Ali Sungkar, SpOG

Sooo, 1 banding 180 – 300??? Dan kenapa harus saya??? Kenapa nggak siapa gitu di Timbuktu atau Uganda? (waktu saya ngeluh gini pas kontrol ke dokter, dokternya ketawa :D)
Trus saya cari lagi, ternyata PUPP ini dialami oleh ibu yang hamil anak laki, anak pertama dan hamilnya besar. Dan, nggak ada yang bisa dilakukan, kecuali meredakan gatal dengan bedak dan minum obat (saya dapat Loratadine dari dokter – yang tapinya juga nggak ngaruh sih, tetep gatel aja). Yang bisa dilakukan hanya pasrah, karena nantinya akan hilang sendirinya 2-3 minggu setelah melahirkan. IH!
Rasanya kasian sama dek Ata yang di perut, liat mamanya garuk-garuk melulu. Karena PUPP ini, jadi harus menyiasati pakai baju yang longgar-longgar (kadang pinjem baju kaosnya suam yang lebar itu :D) dan harus selalu di tempat yang dingin. AC kamar udah kayak kulkas. Tapi mau gimana lagi, kalau nggak dingin dan keringetan, yang udah terlanjur digaruk rasanya jadi perih banget. Kalau udah nggak tahan, saya oles Betadine juga, sih.
Sungguh ini minggu-minggu yang berat. Malam nggak bisa tidur, siangnya ngantuk banget, kerja nggak konsen lagi karena gatal. Untung punya suam yang baik banget dan selalu ngasih afirmasi positif yang bikin saya yakin bisa bertahan. Tinggal beberapa minggu lagi. Saya pasti bisa. Sementara ritual harian saya menjadi: bertahan untuk nggak garuk-garuk badan, kalau terlanjur digaruk pas nggak sadar saat tidur ya udahlah pasrah aja sama perihnya, motong kuku sependek mungkin, pakai bedak Caladine, minum Loratadine, mandi air dingin pakai Cetaphil, bikin icepack untuk kompres bagian-bagian tertentu yang cekit-cekit rasanya. Udah, itu aja berulang-ulang.
Ini pas banget minggu 38. Saya memajukan cuti yang harusnya saya ambil di tanggal 4 Oktober yang akan datang, karena udah nggak enak kerja duduk manis dengan baju kantoran dan harus behave. Sementara gatal dan perih menyerang di mana-mana dan kapan saja.
Hari Rabu besok, bakal ada sesi curhat ke dokter kesayangan lagi. Pengen banget dapet salep atau apa gitu yang bikin adem dan nggak perih. Semoga ada yang aman buat ibu hamil. Doakan saya bisa bertahan dan berhasil!
Related Posts with Thumbnails
Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *