Kangen Lagi Kangen Lagi

Orang yang kenal deket sama saya pasti tahu banget kalau saya gampang kagum sama orang pintar. Pintar maksudnya bukan pintar-pintar layaknya seorang dukun lho ya, tapi pintar-cerdas-dan-tahu-berbagai-hal-yang-saya-tidak-tahu-atau-belum-tahu. Artinya, tolong bedakan, saya bukan kagum pada dukun atau orang yang sok dukun *hihi dibahas 😛

Hari ini saya ingin mengenalkan kembali salah satu orang yang sangat-sangat-sangat saya kagumi dan saya merasa sangat beruntung pernah mengenalnya. Sekarang saya lagi kangen berat menimba ilmu dan mendengarkan ‘dongeng’ berbobot dari orang yang satu ini. Kangen ngobrol dan ‘belajar’ lagi. Huhuw, sayangnya abang yang satu ini kabarnya sudah lama tak pulang ke Indonesia. Ingin mendengarkan suaranya di Lite FM pun saya selalu ketinggalan *inilah akibat selalu bangun siang, kalau kata teman saya rejeki menghilang termasuk rejeki mendengarkan suara abang ini, hwehehe…*

Namanya Bang Nuim Khaiyath. Info lengkap tentang beliau ada di Wikipedia, tapi saya coba cuplik disini :

Nuim Khaiyath (nama lengkapnya:Nuim Mahmud Khaiyath) adalah seorang penyiar senior kelahiran Medan, Indonesia yang saat ini berdomisili di Melbourne, Australia. Dia kini menjadi Kepala Siaran Bahasa Indonesia di Radio Australia. Nuim Khaiyath memulai karirnya di bidang jurnalistik pada 1964 dengan bekerja di BBC’S Indonesian Service yang berpusat di London selama tiga tahun. Ia kemudian bergabung dengan Radio Australia Siaran Bahasa Indonesia (RASI) sejak 1967-1970. Pada 1970 ia pindah ke BBC London. Dua tahun kemudian (1972) ia kembali lagi ke RASI, dan sejak tahun 1998 ia dipercaya untuk memimpin RASI.

Ia populer dengan acara Sabtu Gembira (SAMBA), yang dibawakan dengan logat Melayu Medan. Acara tersebut disiarkan pula oleh Radio Delta FM setiap hari Sabtu pagi. Acara lain yang diasuhnya di RASI adalah PERSPEKTIF, dan Dunia Olahraga. Selain itu dia juga tampil dalam siaran lite 105.8 FM Jakarta, setiap Senin pagi dalam acara Postcard from Melbourne. Pengetahuannya yang luas membuatnya sangat populer di kalangan pendengar radio tersebut, sehingga ia mendapat julukan “Kamus Berjalan”.

Aktivitas rutin yang dilakukannya diluar siaran radio adalah berenang dan membaca.

Pak Nuim telah menerbitkan sebuah buku baru “Dunia Di Mata Nuim Khaiyath”.

Kalau yang suka mendengarkan Radio Delta atau Radio Lite FM (dulu namanya Radio Ramako), pasti tahu dan bahkan mungkin sangat mengenal abang yang satu ini.

Beliau setahu saya sekarang masih ada dan sibuk di Radio ABC Australia sebagai Executive Director untuk Section Bahasa Indonesia.

Saya mengenalnya pertama kali saat di Radio Delta, kemudian bertemu kembali di radio yang sama, saat abang Nuim Khaiyath ini berkunjung ke Jakarta. *Duh! sejujurnya saya agak pusing memanggilnya abang, karena saya anak kemaren sore, tapi semua orang yang saya kenal memanggil beliau abang, lha masak saya memanggil eyang, gak mungkin kan? jadilah saya ikut-ikutan*

Tanyakan apa saja pada beliau. Niscaya beliau punya jawabannya. Semua orang yang mengenalnya juga mengetahui julukan untuk beliau. Ensiklopedia berjalan. Entah mengapa nampaknya usia tidak membuat beliau lupa segalanya, bahkan semakin banyak saja ingatan dan ceritanya. *saya berdoa semoga saja terus begitu*

Kabarnya ada sebuah buku yang beliau tulis, judulnya kalau tak salah “Dunia di Mata Nuim Khaiyath”, tapi saya cari tak ada di toko buku. Menghubungi penerbitnya sudah juga saya lakukan, tapi tak juga berbuah indah *yak udah mulai terkontaminasi bahasa bang Nuim:P*

Oke, karena saya sedikit putus asa mencari buku beliau dimana, maka saya mencari fotonya saja diantara album-album foto di multiply saya, he he kalau dilihat dari tanggal posting di situ (23 Desember 2004), berarti sudah lama ya tak berjumpa beliau.

Duh, semoga saya bisa bertemu beliau dan berbagi cerita lagi dalam waktu dekat, kalau bisa sih siaran bareng maunya *toyor kepala sendiri karena tak mungkin*

Bang Nuim Khaiyath,

bila abang membaca tulisan ini, salam hormat selalu dari saya untuk abang. Semoga abang selalu sehat dan tetap berkarya. Ditunggu kedatangannya di studio dan siaran bersama saya. *tetep kekeuh berharap yang gak mungkin:P*

Somebody, please, kalau tahu bang Nuim Khaiyath di Jakarta, kasih tau saya ya *tetep usaha*

** baydeway, di foto ini saya bersama Fajar juga yang sekarang tugas di Trans TV. Saya mau bilang juga ah sama Fajar. Jar, gw juga kangen kok sama lo, tapi gak sebesar kangen gw sama bang Nuim. Sorry ya, hihihi *langsung kabur takut ditoyor Fajar yang badannya besar*

Related Posts with Thumbnails
Be Sociable, Share!

2 thoughts on “Kangen Lagi Kangen Lagi

  1. Saya pun salah seirang penggemar Cik Nuim, terlalu banyak kenangan indah saat mendengarkan acara samba beliau, penuh keceriaan sehingga pendengar bisa ikur terbawa gembira. Genius memang beliau, sayangnya saya cari arsip siaran SAMBA hanya membuahkan beberapa saja. Kalau ada yg mau share arsip siaran samba, beli pun saya mau.

  2. Kalau beliau siaran itu selalu seru, ya… Gaya berceritanya itu loh, sangat menyenangkan dan menggugah. Kabarnya beliau sekarang di Jakarta?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *